Sebait Pesan

Kau boleh mencaciku sesuka hatimu. Setelah itu selesaikan urusanmu bersama Tuhan yang menciptakan aku.

Menjadi Diriku

Menjadi diri sendiri adalah kekayaan yang tak dapat dirupiahkan.

Legenda Sebuah Pertemanan

Ia adalah kado pada persimpangan kehidupan.

Hidup adalah sebuah pilihan

Setiap pilihan yang kita ambil mengandung resiko. Tak ada kata lain selain menikmati resiko.

Kau Air Laut dan Aku Pasir Pantai

Percayalah, pada akhirnya kita akan bersanding menumbangkan segala beda.

Kamis, 04 Oktober 2018

HABIS GELAP TERBITLAH TERANG (SEBUAH MAHAKARYA YANG TENGGELAM)


Gadis  yang pikirannya dapat dicerdaskan, pandangannya sudah luas, tidak akan sanggup lagi hidup di dunia nenek moyangnya.
(R.A. Kartini, 1900)

Tokoh perempuan yang kehadirannya selalu diperingati setiap 21 April ini terkenal dengan buku yang dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang . Buku tersebut sebenarnya adalah kumpulan lebih dari 100 surat yang ditulis Raden Adjeng Kartini untuk sahabat penanya. Dalam versi aslinya, buku itu ditulis dalam bahasa Belanda, yaitu Door Duistemis Tot Licht.
Habis Gelap Terbitlah Terang adalah versi terjemahan Armijn Pane yang terbit tahun 1938 dan diterbitkan oleh Balai Pustaka. Surat-surat Kartini juga diterjemahkan oleh Sulastin Sutrisno yang diberi judul Surat-surat Kartini, Renungan Tentang dan Untuk Bangsanya. Sayang sekali, masyarakat Indonesia kebanyakan tidak mengetahui bahwa yang menulis atau membukukan surat-surat R.A. Kartini pertama kali bukanlah R.A. Kartini sendiri, melainkan salah seorang Belanda bernama Abendanon. Kenyataan ini begitu pahit, mengingat hampir semua orang yang mendengar nama R.A. Kartini akan beranggapan bahwa ia adalah penulis buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Sebuah informasi sederhana tapi menyimpang dari fakta sejarah yang ada.
Hari Kartini berlangsung tiap tahun secara dramatis. Masyarakat lebih larut dalam euphoria siapa yang akan berdandan paling cantik. Berkebaya dan bersanggul untuk para perempuan tapi kurang paham dengan esensi dari nama maupun peringatan hari lahir R. A. Kartini. Selama ini, perayaan Hari Kartini selalu dirayakan begitu saja. Tidak banyak elemen msyarakat yang berusaha mencari tahu isi pemikiran Kartini yang dituangkan dalam surat-suratnya. Bahkan, tak banyak perempuan yang membaca buku Habis Gelap Terbitlah Terang untuk mengenang jasa-jasanya apalagi memperingati hari lahirnya.
Tentu, masih menjadi pemikiran kenapa perayaan Kartini selalu diwujudkan dengan pemakaian konde dan kebaya (atau pakaian nasional lainnya). Padahal itu jauh dari esensi Kartini yang ditetapkan Soekarno sebagai pahlawan nasional pada tahun 1964. Oleh karena itu, amat penting bila kaum perempuan mengetahui apa sebenarnya yang menjadi buah pikiran Kartini dalam surat-suratnya. Ia menulis dalam bahasa Belanda kepada sahabat-sahabatnya, antara lain Estella H Zeehandelaar, Nyonya Ovink-Soer, Nyonya RM Abendanon-Mandri, Tuan Prof Dr GK Anton dan Nyonya, Hilda G de Booij, dan Nyonya van Kol.
Kartini adalah salah satu putri Bupati Jepara. Ibunya hanya gadis biasa yang bukan keturunan ningrat, sehingga harus rela dimadu dan dijadikan pembantu untuk anaknya sendiri.  Sang suami (Bupati Jepara) harus rela menikah lagi untuk bisa menjadi Bupati. Kenyataan pahit itulah yang kemudian membuat Kartini kecil kecewa dan mulai berpikir untuk memberontak adat yang ada. Kartini adalah salah satu putrid yang beruntung karena menjadi cucu Pangeran Ario Tjondronegoro yang terkenal memiliki pemikiran kritis dan menyekolahkan generasi-generasi di bawahnya di sekolah HBS (sekolah Belanda).
Pemberian pendidikan itulah yang membuat Kartini memiliki daya piker yang lebih tinggi dibandingkan anak-anak seusianya. Hingga pada usia empat belas tahun, Kartini harus menjalani masa pingitan. Di masa-masa pingitan itulah Kartini seperti menjadi kempompong yang menunggu untuk menjadi kupu-kupu indah. Tidak adanya kesempatan menghirup udara luar, membuat Kartini hanya bias menjalani hari-harinya dengan membaca buku di kamar pingitan. Siapa sangka keterbatasan itulah yang malah membuat pemikirannya semakin cemerlang dan tajam. Kartini mulai bias mencurahkan gagasan kritisnya tentang nasib tragis perempuan pribumi ke dalam tulisan-tulisan. Dari tulisan-tulisan itulah Kartini dikenal sebagai perempuan pemberontak adat oleh lingkungan keluarganya, tetapi orang-orang Balanda yang mengenalnya malah memberikan apresiasi tinggi hingga menjanjikannya untuk bias bersekolah di negeri Belanda.
Lewat keseharianya dalam memperjuangkan hak perempuan pribumi untuk mendapat pendidikan, Kartini banyak bertukar pemikiran melalui teman-temannya di HBS yang telah kembali ke Negara Belanda. Kartini aktif menulis surat kepada mereka dan mencurahkan keluh kesahnya tentang keinginan membangun sekolah pertama bagi perempuan pribumi. Surat-suratnya itulah yang kemudian dibukukan dan menjadi salah satu mahakarya yang sayangnya kurang mendpat perhatian apalagi penikmat untuk membaca dan mengilhaminya.
Salah satu tulisan Kartini adalah sajak Jiwa yang terasa sangat menyentuh, syahdu, dan romantis. "Bahagia nian bila bertemu jiwa yang sama," tulis Kartini. Kata-kata yang disampaikan mewakili keinginan Kartini menemukan jiwa yang sama, yang seiring sejalan dengannya. Kartini sangat menginginkan teman yang memiliki cita-cita dan pemikiran yang sama untuk mengentaskan perempuan pribumi dari ketertindasan adat yang pada waktu itu sangat merugikan kaum perempuan. Salah satunya adalah system pingitan yang juga menimpa dirinya, juga poligami yang banyak dilakukan bupati-bupati saat itu.
Kartini tidak menyukai perkawinan dan poligami, karena ayahnya sendiri berpoligami. Tampak bagaimana gundahnya Kartini akan perkawinan dan akan cinta yang rasanya mustahil ada. Hingga ketika ia dinikahi oleh bupati Rembang, salah satu syarat yang ia ajukan adalah tidak ingin dipoligami dan tidak ingin membasuk kaki suaminya (karena menyimbolkan kedudukan perempuan yang rendah atas laki-laki. 
Kartini ternyata merupakan sosok yang riang. Surat pertamanya pada Stella menggambarkan suasana perkenalan dan gagasan Kartini akan emansipasi. Katanya, sudah lama sekali dia (Kartini) menginginkan kebebasan. Selama ini sebagai perempuan, dia merasa dikurung di dalam rumah. Titik terang hanyalah saat dia bisa membaca buku dan menuliskan surat pada teman-temannya. "Hukum dan pendidikan hanya milik laki-laki belaka," tulis perempuan yang lahir 21 April 1899 ini. Kartini adalah yang penuh semangat, berseri-seri, dan berani berteriak lantang. "Tahukah kamu apa semboyan saya, 'Saya Mau!' Dua patah kata pendek itu sudah melalui bergunung-gunung rintangan," sorak dalam surat-suratnya.
Dalam surat lainnya, Kartini mengungkapkan bahwa jalan yang dia tempuh saat itu, berbatu-batu, terjal, dan belum dirintis. Itulah jalan menuju kebebasan perempuan bumiputera. Kartini bahagia karena boleh mengajar jadi guru di sekolah yang ia dirikan. Baginya, pendidikan adalah perkara penting. Rasanya satu mimpi sudah terwujud. Di surat-surat ini, yang tampak adalah Kartini yang terus berdebat dengan pikiran-pikirannya.Di mata koleganya, Kartini memang dikenal suka bercerita dan bersemangat di setiap kata-katanya. Bagaimana ia bercerita tentang seorang anak malang yang ia temui di jalan dan mendorongnya untuk tetap berjuang.
Ia juga sempat menyoalkan agama dalam suratnya yang ditulisnya pada sahabatnya, Stella Zeehandelar. Kartini berkeluh tentang agama Islam yang dia anut karena nenek moyangnya beragama Islam. Tentang Quran yang bisa dibaca, tapi tak dipahami maknanya. Hingga puncak kekecewaan atas ketidaktahuan makna al-quran menggiringnya untuk tidak melakukan ibadah salat. Kartini sangat ingin tahu tentang isi al-quran dan pernah mendebat kiai-kiai yang mengajarinya mengaji.
Dari surat-suratnya tersebut, tertangkap jelas bahwa Kartini adalah sosok yang peka terhadap apa yang terjadi di lingkungannya, kaya akan buah pikiran, dan berani mengawali perbuhan. Itulah yang ingin disampaikan Kartini melalui surat-suratnya di dalam mahakarya Habis Gelap Terbitlah Terang. Jadi dapat disimpulkan bahwa, hari Kartini dan karya tentang Kartini bukan hanya soal konde dan kebaya saja. Melainkan tentang semangat emansipasi yang semestinya. Sudah sepatutnya para perempuan Indonesia mulai mencicipi surat-surat Kartini agar lebih mantab dalam menyelami makna emansipasi ala Kartini.
DAFTAR PUSTAKA
Pane, Armijn. 2009. Habis Gelap Terbitlah Terang. Jakarta: Balai Pustaka

CONTOH PROPOSAL PERNIKAHAN

Cieee yang sudah berencana nyari pasangan hahaha :D
Gpp, slah satu sunnah nabi adalah menikah bukan? so, ini bukanlah suatu aib yang  harus disembunyikan.
Setiap orang pasti memiliki cara untuk menjemput pasangan hdupnya. Ada yang menjemput langsung ke rumah, ada pula yang menggunakan media murabbi alias taaruf. Bagi kamu yang ingin menjemput kekasih halal dengan jalan taaruf, penting sekali mengenali pasangan. Pertemuan yang sangat terbatas tentunya akan menyulitkan kamu untuk mengenali pribadi calon pasangan. Eits, jangan gundah gulana dulu. Cara yang baik selalu ada jalan keluar kok.
Salah satu jalan mengenali calon pasangan adalah menggunakan proposal pernikahan. Ada dua macam proposal yang bisa kamu gunakan.
silakan unduh link di bawah ini ya. Semoga membantu kamu untuk mengenali calon pasangan halal. Semoga berjodoh dunia akhirat. Amiin. 

Sabtu, 01 September 2018

Tentang Salat 1

#brosurjihadpagi

Ahad, 02 September 2018/21 Dzulhijjah 1439           
Brosur No. : 1920/1960/IF Shalat (1)
~
Wajib mendirikan shalat
~
Firman Allah SWT :
~
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku. [QS. Thaahaa : 14]
~
Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. [QS. Huud : 114] 
~
Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) Shubuh. Sesungguhnya shalat Shubuh itu disaksikan (oleh malaikat). [QS. Al-Israa' : 78]
~
Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur'an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan. [QS. Al-'Ankabuut : 45]
~
Dan agar mendirikan shalat serta bertaqwa kepada-Nya." Dan Dialah Tuhan Yang kepada-Nya-lah kamu akan dihimpunkan. [QS. Al-An'aam : 72]
~
Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong. [QS. Al-Hajj : 78]
~
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan tha'atlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat. [QS. An-Nuur : 56]
~
Maka dirikanlah shalat, sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. [QS. An-Nisaa' : 103]
~
Hadits Nabi SAW :
~
Dari Ibnu 'Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1. Bersaksi bahwa tak ada  Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, 2. Mendirikan shalat, 3. Menunaikan zakat, 4. Berhajji, dan 5. Berpuasa Ramadlan". [HR. Bukhari juz 1, hal. 8] 
~
Dari Ibnu 'Umar, dari Nabi SAW, beliau bersabda, "Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1. Menyembah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya 4 dengan sesuatupun, 2. Mendirikan shalat, 3. Menunaikan zakat, 4. Berhajji, dan 5. Berpuasa Ramadlan". [HR. Muslim juz 1, hal. 45, no. 20]
~
'Abdullah (bin 'Umar) berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Islam didirikan atas lima sendi, yaitu 1. Bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, 2. Mendirikan shalat, 3. Menunaikan zakat, 4. Berhajji, dan 5. Berpuasa Ramadlan". [HR. Muslim juz 1, hal. 45, no. 21]
~
Dari Ibnu Syihab, dari Anas bin Malik ia berkata : Dahulu Abu Dzarr bercerita, bahwasanya Rasulullah SAW pernah bersabda, "Terbukalah atap rumahku ketika itu aku di Makkah, lalu turunlah Jibril, lantas ia membuka (membelah) dadaku, lalu ia membersihkannya dengan air zamzam. Kemudian ia datang membawa sebuah bejana dari emas yang penuh hikmah dan iman, lalu ia menuangkannya ke dalam dadaku, lantas ia menutupkannya. Kemudian ia memegang tanganku lalu membawaku naik ke langit dunia". Ketika aku datang ke langit dunia, Jibril berkata kepada penjaga langit, "Bukakanlah !" Penjaga langit bertanya, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Jibril". Penjaga langit bertanya, "Apakah engkau beserta seseorang ?" Jibril menjawab, "Ya, aku beserta Muhammad SAW". Penjaga langit bertanya, "Apakah ia telah diutus ?". Jibril menjawab, "Ya !" Maka setelah ia membuka, kami naik ke langit dunia, tiba-tiba di sana ada seorang laki-laki yang sedang duduk, di sebelah kanannya ada orang banyak dan disebelah kirinya ada orang banyak. Apabila ia melihat ke sebelah kanannya, tertawalah ia, dan apabila ia melihat ke sebelah kirinya, menangislah ia. Kemudian ia berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan anak yang shalih". Aku bertanya kepada Jibril, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Adam, dan orang banyak yang ada di kanan dan kirinya adalah roh-roh anak cucunya.
Orang-orang yang di sebelah  kanan, mereka itu adalah ahli Surga, dan orang banyak yang ada di sebelah kirinya itu adalah ahli Neraka. Maka apabila ia melihat yang ada di sebelah kanannya, ia tertawa, dan apabila melihat ke sebelah kirinya, ia menangis". Lalu naiklah Jibril bersamaku ke langit yang kedua, dan ia berkata kepada penjaganya, "Bukakanlah !" Lalu penjaganya  berkata kepada Jibril seperti yang dikatakan oleh penjaga langit yang pertama tadi, lalu ia membukakan. Anas berkata, "Lalu ia (Abu Dzarr) menyebutkan, bahwasanya Rasulullah SAW bertemu di langit-langit itu dengan Adam, Idris, Musa, Isa dan Ibrahim sholawaatulloohi 'alaihim, namun ia tidak menerangkan bagaimana kedudukan (tempat-tempat) mereka itu, selain beliau SAW bertemu dengan Adam di langit dunia dan bertemu dengan Ibrahim di langit keenam". Anas berkata, "Tatkala Jibril bersama Nabi SAW berjalan melalui Idris, ia berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan saudara yang shalih". Aku bertanya kepada Jibril, "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Idris". Kemudian aku melewati Musa, maka Nabi Musa berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan saudara yang shalih". Lalu saya bertanya (kepada Jibril), "Siapa ini ?", Jibril menjawab, "Ini adalah Musa". Kemudian aku berjalan melalui Isa, lalu ia berkata, "Selamat datang wahai saudara yang shalih dan Nabi yang shalih". Aku bertanya (kepada Jibril), "Siapa ini ?" Ia menjawab, "Ini adalah Isa". Kemudian aku berjalan melalui Ibrahim, lalu ia berkata, "Selamat datang wahai Nabi yang shalih dan anak yang shalih". Aku bertanya (kepada Jibril), "Siapa ini ?" Jibril menjawab, "Ini adalah Ibrahim". Ibnu Syihab berkata : Ibnu Hazm telah mengkhabarkan kepadaku, bahwasanya Ibnu Abbas dan Abu Habbah Al-Anshariy keduanya berkata : Nabi SAW bersabda, "Kemudian Jibril membawaku naik lagi sehingga mencapai ke Mustawa, aku mendengar suara goresan pena". Ibnu Hazm dan Anas bin Malik berkata : Nabi SAW bersabda, "Kemudian Allah menfardlukan (memberi kewajiban) atas ummatku lima puluh shalat. Lalu aku kembali dengan membawa perkara itu sehingga sampailah aku melalui Musa. Nabi Musa bertanya, "Allah memberi kewajiban apa kepadamu dan kepada ummatmu ?". Aku menjawab, "Dia telah memberi kewajiban limapuluh shalat". Nabi Musa berkata, "Kembalilah kepada Tuhanmu, karena ummatmu tidak akan mampu melaksanakan kewajiban itu". Lalu ia menyuruhku kembali. Kemudian Allah mengurangi separuhnya. Lalu aku kembali kepada Musa, aku berkata, "Tuhan telah mengurangi separuhnya". Nabi Musa berkata, "Kembalilah kepada Tuhanmu, karena sungguh ummatmu tidak akan mampu melaksanakan kewajiban itu". Lalu aku kembali kepada Tuhan, lalu Tuhan mengurangi separuhnya. Lalu aku kembali kepada Musa, maka ia berkata, "Kembalilah kepada Tuhan mu, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu melaksanakan hal itu". Maka aku kembali kepada-Nya. Maka Allah befirman, "(Kewajiban) itu lima dan itu sama dengan lima puluh. Tidak akan dirubah firman-Ku ini". Kemudian aku kembali kepada Musa, lalu ia berkata, "Kembalilah kepada Tuhan-mu !" Lalu aku menjawab, "Aku malu kepada Tuhan". Kemudian Jibril membawaku pergi sehingga aku sampai ke Sidratul Muntaha. Sedang Sidratul Muntaha itu diliputi beraneka macam warna, yang aku tidak mengetahui, apa itu. Kemudian aku diajak masuk ke surga, tiba-tiba disana ada mahligai-mahligai dari mutiara dan tanahnya dari kasturi". [HR. Bukhari juz 1, hal. 91-93]
~
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Diwajibkan shalat itu pada Nabi SAW pada malam Isra’, lima puluh kali. Kemudian dikurangi sehingga menjadi lima kali, kemudian Nabi dipanggil, “Ya Muhammad, sesungguhnya tidak diganti (diubah) ketetapan itu di sisi-Ku. Dan sesungguhnya lima kali itu sama dengan lima puluh kali”. [HR. Tirmidzi juz 1, hal. 137, no. 213, ia berkata :.Haditsnya Anas ini hadits hasan shahih gharib]
~
Dari Thalhah bin ‘Ubaidillah, ia berkata : Ada seorang laki-laki dari penduduk Najd yang rambutnya acak-acakan datang kepada Rasulullah SAW, kami mendengar suaranya tetapi tidak jelas apa yang ia katakan, sehingga ia mendekat. Tiba-tiba ia bertanya kepada Rasulullah SAW tentang Islam. Maka Rasulullah, SAW bersabda, "Shalat lima waktu sehari semalam". Ia bertanya lagi, "Apakah ada kewajiban shalat kepadaku selain itu ?". Rasulullah SAW menjawab, “Tidak, kecuali kamu mau melakukan shalat sunnah”. Rasulullah SAW bersabda, "Dan puasa Ramadlan". Ia bertanya lagi, “Apakah ada kewajibanku puasa selain itu ?". Rasulullah SAW bersabda, "Tidak, kecuali kamu mau melakukan puasa sunnah”. Dan Rasulullah SAW menyebutkan kepadanya tentang zakat. Lalu orang itu bertanya, “Apakah ada kewajibanku zakat selain itu ?’. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak, kecuali kamu akan bershadaqah sunnah". Kemudian orang laki-laki itu berpaling sambil berkata, “Demi Allah, aku tidak akan menambah dari semua ini dan tidak akan menguranginya”. Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh dia pasti bahagia, jika ia benar begitu”. [HR. Bukhari juz 1, hal. 17]
~
Dari Jabir bin 'Abdullah, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “(Yang membedakan) antara seseorang dengan kemusyrikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat”. [HR. Muslim juz 1, hal. 88, no. 134] 
~
Dari 'Abdullah bin Buraidah dari ayahnya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “Perjanjian antara kami dan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat, maka barangsiapa meninggalkan shalat, maka sungguh ia telah kufur”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 126, no. 2756, ia berkata : Ini hadits hasan shahih gharib] 
~
Dari Jabir, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “(Yang membedakan) antara seseorang itu kafir atau beriman adalah meninggalkan shalat”. [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 125, no. 2751]
~
Dari Anas bin Malik, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa meninggalkan shalat dengan sengaja, maka ia telah kafir terang-terangan". [HR. Thabaraniy, dalam Al-Ausath juz 3, hal. 211, no. 3372, dla'if karena dalam sanadnya ada perawi bernama Muhammad bin Abu Dawud Al-Anbaariy, ia majhul]
~
Dari 'Abdullah bin Syaqiq Al-'Uqailiy, ia berkata, "Dahulu para shahabat Nabi Muhammad SAW tidak memandang suatu perbuatan yang apabila ditinggalkannya adalah kafir selain shalat". [HR. Tirmidzi juz 4, hal. 126, no/ 2757]
~
 Bersambung........

Selasa, 13 Maret 2018

Cinta Suci Adinda dan Tahun Kebangkitan Novel Indiva


Keberadaan Penerbit Indiva sebenarnya tidak bisa dilepaskan dengan novel. Di awal berdirinya, Indiva telah menggebrak dunia perbukuan dengan berbagai novel yang khas, seperti De Winst (Afifah Afra), Livor Mortis (Deasylawati P), Rose (Sinta Yudisia) dan Jasmine (Riawani Elyta). Namun, beberapa tahun terakhir ini, Indiva mulai agak jarang menerbitkan novel. Ternyata, hal ini cukup dikeluhkan oleh pembaca. Beberapa pembaca setia Indiva mengaku rindu dengan hadirnya novel-novel inspiratif Indiva.

“Kok Indiva jarang cetak novel baru, novelnya masih itu-itu saja,” keluh mereka.
Menanggapi keluhan tersebut, CEO Penerbit Indiva, Afifah Afra, kemudian merespon dengan menjadikan tahun 2018 sebagai “Tahun Kebangkitan Novel Indiva.”
Di awal tahun, dua novel baru pun terbit, yaitu Cinta Suci Adinda (Afifah Afra) dan Sabda Luka (Gegge Mappangewa. Saat ini, di dapur Indiva sedang digodok novel-novel lainnya. Pada artikel ini, akan dibahas tentang novel Cinta Suci Adinda.

Novel bercover pink ini mungkin berbeda dengan novel-novel Afifah Afra pada umumnya yang cenderung serius. Ya, novel ini lumayan easy reading. Namun, tentunya, sebagaimana novel Indiva dan Afifah Afra pada umumnya, novel ini tetap inspiratif dan sarat hikmah. Sebenarnya, novel ini pernah terbit sekitar 12 tahun yang lalu. Edisi Indonesia berjudul Cinta Adinda, dan edisi Malaysia berjudul Kasih Adinda. Namun, karena sudah tidak beredar di pasaran, Afifah Afra pun mengajak Indiva untuk bekerja sama merepublish novel ini. Tentu novel edisi baru sangat berbeda dengan novel edisi lama. Afifah Afra merasa butuh  memperbaiki novel ini sehingga lebih sesuai dengan ‘zaman now’, logika cerita lebih rapi, konflik lebih tertata. Jadilah novel ini menjadi “menggemuk” sampai setebal 368 halaman.

Cinta Suci Adinda bertutur tentang Adinda, perawat sederhana yang bekerja di sebuah Rumah Sakit Jiwa. Di RSJ tersebut juga terdapat seorang dokter spesialis kejiwaan yang tampan, terkenal dan sangat cerdas, yakni dr. Irhamuddin Prasetyo, Sp.Kj. Seorang lelaki dengan tipe “the most wanted.” Sebenarnya, Dokter Irham sudah memiliki calon istri yang selevel dengannya, seorang doktor hukum lulusan Perancis. Namun, hubungan mereka berantakan karena perbedaan prinsip. Sebelumnya, Irham pun pernah memadu kasih dengan seorang dokter cantik, namun juga berantakan karena si dokter itu memilih menikah dengan seniornya yang jauh lebih mapan.
Karena itulah, hingga usia 30-an, Dokter Irham tetap membujang?

Adinda sendiri berasal dari keluarga miskin. Dia pernah menjadi pembantu di keluarga Brata Kusuma yang kaya raya dan sangat terpandang. Karena kebaikan Brata Kusuma, Adinda pun disekolahkan hingga berhasil menjadi perawat. Ya, perawat, bukan dokter, padahal Adinda adalah bintang kelas, dan sang majikan sanggup membiayai untuk sekolah semahal apapun. Ketika Brata Kusuma terpuruk dan didiagnosis skizofrenia (gila), Adinda berusaha keras mengobati sakit sang majikan, justru ketika keluarga besar Brata justru membiarkannya. Sayang, usaha Adinda justru dianggap melanggar etika oleh keluarga Brata. Adinda pun diusir dari rumah tersebut. Brata sendiri dikurung dalam sebuah vila mewah di pegunungan.

Diam-diam, Adinda berusaha terus mengajak Brata berobat. Dia bahkan berani mengeluarkan biaya besar untuk membayar jasa dr. Irhamuddin. Awalnya hanya interaksi antara dokter dengan perawat di RSJ, kemudian berubah menjadi dokter yang diminta mengobati majikan Adinda, Irham melihat banyak kejanggalan dari kedekatan gadis itu dengan Brata Kusuma. Benarkah kedekatan itu hanya sekadar balas budi Adinda kepada lelaki tua itu? Dan, mengapa keluarga Brata bersikeras melawan usaha Adinda menyembuhkan ayah mereka?

OIKOS
Selain Cinta Suci Adinda, di novel ini juga terdapat bonus novelet berjudul OIKOS. Novelet ini terilhami dari oikos nomos (ekonomi) dan oikos logos (ekologi). Konflik kedua bidang ilmu ini sudah sedemikian kuat. Peristiwa kebakaran hutan yang terus menerus, menjadi alasan saya mengangkat kisah ini.

Tersebutlah dua sosok manusia bernama Oikos. Satu pria mapan, ekonom dan pebisnis andal. Satu perempuan, cerdas dan idealis, ekolog, aktivis lingkungan. Saat masih remaja, keduanya pernah jatuh cinta, tetapi memutuskan berpisah karena ekonomi dan ekologi sering menjelma bak bumi dan langit.
Mereka bertemu kembali ketika perusahaan Oikos sang ekonom membakar hutan di Sumatera, membuat bencana asap super hebat. Oikos sang ekolog bersuara keras melawan si pembakar hutan. Dalam keadaan berlawanan, bibit-bibit cinta justru kembali tumbuh. Lantas, apa yang terjadi dengan mereka? Di tengah membanjirnya pasar novel dengan bacaan yang kurang bisa dipertanggungjawabkan, kehadiran novel islami penuh hikmah seperti Cinta Suci Adinda layak kita apresiasi.

Cover

Data Buku
Judul: Cinta Suci Adinda
Penulis: Afifah Afra
Tebal: 368 hlm
Ukuran: 13 x 19 cm
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Harga: Rp 75.000

SINOPSIS:
Adinda ditangkap polisi? Siapa yang bisa percaya kabar itu? Adinda perawat lugu dan berhati selembut sutera. Tak mungkin dia terlibat dalam kriminalitas. Apalagi, tuduhan yang dilayangkan padanya sungguh tak masuk akal: menculik Brata Kusuma, sang penderita skizofrenia yang tak lain adalah mantan majikannya.

Pria itu bagai mutiara bagi Adinda, selalu dirawat dan dijaga. Irham, dokter jiwa ternama itu menyaksikan dengan mata kepala sendiri, betapa besar pengorbanan Adinda untuk Brata Kusuma. Rasanya mustahil dia menjadi aktor di balik penculikan Brata Kusuma. Irham memang tak percaya gadis selugu Adinda terlibat kasus pelanggaran hukum, namun di saat bersamaan, Irham mendapati hubungan yang janggal antara Adinda dan Brata Kusuma. Ya, sebuah interaksi aneh. Tak lagi sekadar hubungan pasien dan perawatnya.

Dokter Irhamudin Prasetya semakin terbebat ketidakmengertian. Bukan sekadar karena kelit kelindan kehidupan yang kian sulit dicerna, namun juga dirinya yang akhirnya menyadari, bahwa daya tarik Adinda telah membuatnya pria terhormat seperti dirinya, justru jatuh pada gadis sederhana yang jauh dari standar idealnya. Cinta Suci Adinda merupakan novel yang bertutur tentang loyalitas, totalitas dan kesederhanaan yang menawan dari seorang perawat bernama Adinda. Selain Cinta Suci Adinda, sebuah novelet cantik berjudul “Oikos” pun dipersembahkan Afifah Afra dalam buku ini. Sebuan novelet dengan latar belakang peristiwa kebakaran hutan di Sumatera beberapa waktu silam.
Selamat membaca!

Selasa, 19 September 2017

PUTRA PUTRI LAWU (BAGIAN 1)

Selamat bulan September :D akhirnya ada moment buat nulis lagi hehe. In this time, I will explain to you about my experience. What is it? Yes, to be tourist ambassador of Karanganyar. Keinggris-inggrisannya udahan ya, takut kesleo lidah. Kembali ke bahasa Indonesia yuh. So, eh..jadi kemarin saya dapat kesempatan menjadi finalis duta wisata Kabupaten Karanganyar 2017. I write this just for you, lahh inggris maneh haha.
            Tulisan ini saya buat untuk teman-teman yang mungkin di kesempatan sebelumnya belum lolos, atau punya keinginan untuk jadi “Putra-Putri Lawu” di periode selanjutnya, atau mau ikutan ajang sejenis di daerah kalian masing-masing. Soalnya, kemarin-kemarin pas searching google, sedikit sekali informasi yang bisa saya dapat tentang event ini. Belajar dari pengalaman sih, semoga pengalaman saya yang tak seberapa ini bisa bermanfaat yah untuk teman-teman semua.

Logo Paguyuban Putra Putri Lawu

            Sebenarnya kalau dibilang gak niat sih bukan, tetap niat kok. Hanya saja niat utamanya adalah mengukur dan mengupgrade kualitas diri. Saya tidak mengejar kemenangan, harus juara atau gimana gitu, tidak!. Sudah sampai di tahap top ten bagi saya sudah syukur Alhamdulillah, karena visi saya yang utama adalah mengukur kemampuan diri tadi.  Apa yang saya inginkan sudah tercapai pula, apalagi kalau bukan pengalaman. ya kan? Sulitlah untuk menjelaskan lebih rinci kenapa tiba-tiba bisa bermanuver ke sektor pariwisata (karena banyak teman yang kaget juga haha). Dasarnya saya orang yang ubet, dan suka coba-coba gitu (kecuali buat anak, jangan coba-coba kata caplang). Pas pengumuman top ten saja saya tinggal tidur hehe. Baru ngeh pas dihubungi salah satu finalis juga yang ngucapin selamat dan akhirnya jadi pasangan dinas sampai sekarang. Sumpah, dulu itu antara percaya enggak percaya. Sempat bimbang mau mundur loh L tapi karena saya membawa nama pihak tertentu juga, dengan bismillah saya jalani semuanya.
Photo session top 10

Untuk pihak-pihak yang merasa saya kecewakan, saya mohon maaf sebesar-besarnya ya. Sungguh saya tidak pernah ada niatan untuk membuat kalian kecewa terhadap saya :’. Kemudian, untuk teman-teman yang sudah mendukung secara langsung maupun tidak langsung, saya ucapkan terima kasih sedalam-dalam, seluas-luasnya, dan sebesr-besarnya yah. Semoga kebaikan kalian dibalas sama Allah karena kalian sudah menjadi orang-orang baik di kehidupan saya.
            Oke, selesai sesi curhatnya. Kita mulai bagian inti tentang seleksi duta wisata khususnya wilayah Kabupaten Karanganyar tercinta. Pertama-tama sebelum mendaftar, ada beberapa hal yang perlu disiapkan gais:
Percaya Diri (Behavior)
Bisa dibilang ini adalah fondasi dasar kamu untuk ikut ajang yang seperti ini. Yah, tidak perlu dijelaskan ya kalau yang namanya “duta” harus siap jadi public figure. Akan banyak mata yang melihat, bahkan mengomentari apa yang ada di dalam diri kamu dan apa yang kamu lakukan. Kalau kamu tidak punya percaya diri lebih, takutnya baru dikomen sedikit saja, jiwamu goyah, terus stress, terus down, terus ngambek dan mundur. Padahal banyak hal baru yang akan kamu temukan dengan menjadi seorang “duta.”
      Percaya diri disini bukan berarti harus menganggap diri paling baik ya. Bukan begitu. Percaya diri disini adalah sikap yang mendasari kamu agar lebih tahan banting terhadap hal-hal yang tiba-tiba datang. Contoh kecil dari pengalaman saya kemarin adalah fashion show. Itu pengalaman pertama hehe. Dulu pas kecil sih pernah punya cita-cita jadi model, dan Allah mengabulkannya di usia 23 tahun ini. Alhamdulillah yak. Mungkin bagi orang yang tidak percaya diri, fashion show adalah ujian yang berat. Salah dikit kelihatan, jadi wajib banyak belajar. Saya juga masih harus banyak belajar kok.
     Bicara soal fashion show, ada hal yang membuat saya cukup sedih, bajunya gak pas. Padahal sudah diukur. Yang harusnya saya pakai baju tertutup (karena berjilbab) mau tidak mau harus ganti dengan dress di bawah lutut karena adanya itu. Sebagai catatan untuk kalian, yang namanya fashion show memang mau tidak mau harus memakai baju yang ada. Kita tidak bisa meminta “mau kita” ke desainer, kecuali ada kesepakatan sebelumnya seperti saya tadi (trouble tadi di luar kendali ya). Jadi, buat kamu yang tidak mau ambil resiko, pikir-pikirlah lagi untuk jadi model kalau ideologi berpakaian kamu kaku. Jujur saya terbiasa dengan jilbab agak lebar sebenarnya, tapi mau tidak mau harus berjilbab lilit (seleher) karena fashion show itu. Akhirnya antisipasi yang paling memungkinkan adalah menutupi dada dengan slempang. Buat para muslimah yang tidak berani ambil resiko, jangan coba-coba yah. Biar saya saja yang dapat dosa. Semoga informasi ini bisa menjadi antisipasi kalian.
            Kalau ada yang nyeletuk, kamu kan muslimah, kok kayak gitu sih? Jujur susah sekali menjawabnya. Saya bukan nabi yang harus selalu di jalan kebenaran. Ada kalanya manusia terpleset. Mungkin ini adalah bagian dari ujian hidup yang harus saya hadapi. Tolong sekali, biar saya dan Allah saja yang menilai. Kalau mau berkomentar, silakan kasih solusi/ masukan buat saya, bukan menghakimi. Via japri lebih afdol. Saya siap menerima masukan teman-teman. Ada kalanya iman di atas, ada kalanya iman di bawah. Bagian ini skip ya, bikin nangis soalnya.
Lanjuuttt. Selain percaya diri, perilaku (secara umum) kamu juga harus baik ya. Pelajari bagaimana bersikap dengan orang-orang di sekitar. Bagaimana cara mengungkapkan pendapat, menolak argument, sampai melakukan aktivitas sehari-hari. Intinya adalah kamu harus ngerti apa itu sopan santun dan bagaimana aplikasinya.  
Penampilan (Beauty)
            Penampilan di sini tidak harus cantik, putih, tinggi, berambut panjang atau ganteng, rambut klimis, tinggi, six pack ya. Penampilan dalam hal ini lebih ke iner beauty sih kalau menurut saya. Soalnya, saya juga biasa saja, maksudnya enggak cantik-cantik amat kayak Soong He Kyo atau Min Ah (ngekek parah). Kalau perilaku kamu baik, kecantikan dan kegantengan itu akan terpancar sendiri tanpa kamu harus bilang ke semua warga negara Indonesia kok kalau kamu itu cantik/ ganteng. Kalau penampilan secara fisik, cukup dengan menjaga kebersihan dan kerapian. Coba belajar berpakaian yang baik, artinya jangan sembarangan pakai baju gitu. Jilbab merah, baju hijau, celana biru laut, beehhh..jemuran jalan Mbak/ Mas? Paham ya maksud saya J
Kecerdasan (Brain)
            Jangan coba-coba menjadi duta wisata tanpa belajar. Eh, semua hal ding, tidak hanya duta wisata atau duta-duta lainnya. Belajar adalah tugas kita sebagai manusia hidup. Ilmu pengetahuan berkembang terus cuy, jadi jangan sampai kita diam kalau enggak mau dibilang manusia purba ditengah kemajuan zaman ini. Ada banyak cara untuk belajar. Google sudah menyiapkan semuanya. Kamu bisa mulai dengan membuka situs web remi milik pemerintah kabupatenmu (klik di sini). Download semua informasi yang ada seputar kepariwisataan dan anak cucunya. Dari ajang ini saya merasa tiba-tiba pintar wkwk. Tahu sih tahu, tapi setelah menikmati proses belajar, banyak sekali pengetahuan yang saya dapat. Akhirnya merasa makin bodoh deh. Ternyata banyak hal yang belum saya tahu. Tidak ada ruginya belajar hal baru, suer!
            Buat kamu yang sudah punya kenalan duta wisata periode sebelumnya, bisa tuh di WA. Banyak-banyakin tanya tentang proses/ tahap seleksinya, apa saja yang perlu disiapkan, boleh juga ngasih harapan tapi jangan palsu. Misalnya, “Mas/ Mbak, nanti kalau aku lolos, aku traktir seminggu deh” wkwk. Dijamin Mas/ Mbaknya siap 24 jam balesin WA. *bercanda ding haha

            Gitu dulu yah, ada banyak sebenarnya yang harus dibahas. Untuk detailnya di post selanjutnya insyaallah. Mungkin tulisan selanjutnya lebih ke proses dari seleksi sampai final. Selamat membaca, semoga bermanfaat bagi kalian semua. 

Selasa, 28 Maret 2017

KARYA SASTRA UNTUK KARAKTER MANUSIA


          Karya sastra merupakan hasil kreativitas manusia yang patut diberi apresiasi tinggi. Sastra adalah hasil refleksi kehidupan nyata yang kemudian diubah ke dalam dunia tulis-menulis dan jadilah sebuah cerita dengan segala kreativitasnya. Rudi Cahyono, founder Indonesia Bercerita (indonesiabercerita.org) mengungkapkan bahwa, “ bercerita itu dapat merubah dari hati tanpa menyakiti, efek lembut tanpa melukai”. Bercerita adalah aktualisasi dari karya sastra, hal tersebut menunjukkan bahwa kekuatan karya sastra bisa membentuk karakter seseorang dengan tanpa disadari karena sifatnya memberi pelajaran tanpa melukai perasaan. Berbeda dengan pembentukan karakter yang pada umumnya diterapkan secara verbal langsung atau tindakan nyata (biasanya diberikan melalui training). Seseorang terbentuk karakternya namun harus memalui cara-cara yang cukup menyakitkan untuk mengubah mindset lamanya yaitu karakter yang kurang baik yang mulai dibangun. 
  
     Sebagaimana diungkapkan oleh Mujiyanto,  Yant dan Amir Fuady (2010: 13). Dari karya sastra yang dihayati secara mendalam, anak akan memperoleh khazanah kata dan ungkapan-ungkapan puitis, santapan ruhani, renungan filsafat, perbendaharaan pengalaman hidup, penghayatan humanitas dan religiositas, kepedulian sosial, dan seterusnya. Dari sana, anak pun bisa berangkat lebih arif, lebih halus jiwanya, lebih peka perasaannya, lebih manusiawi. Beberapa aspek yang disajikan oleh karya sastra adalah ketuhanan, etika dan moral, romantisme dan banyak lainnya. Misalnya saja karya sastra Bumi Cinta karangan Habibburahman yang bernuansa religius dan menbangun jiwa. Dalam buku tersebut dapat ditangkap penanaman karakter penguatan iman, ketabahan serta keiklasan dalam menghadapi segala ujian dari Tuhan. Sastra adalah cerita yang bukan sekadar cerita namun deretan kata-kata memiliki kedalaman makna.
 Karya sastra tidak hanya menghibur namun juga bersifat mengajarkan melalui amanat-amanat yang disampaikan dari alur ceritanya. Contoh lain adalah novel Bekisar Merah yang menonjolkan sisi etika dan moral. Bekisar Merah menceritakan bagaimana kehidupan seorang bekisar (pelacur) yang hina dan menjijikkan. Dari novel tersebut dapat diambil pelajaran bahwa moral seorang pelacur itu buruk sehingga jangan sampai menjadi seperti itu. Hal itu hanya dialami oleh orang-orang tertentu, namun melalui karya sastra Bekisar Merah masyarakat menjadi tahu bagaimana kondisi lain dunia dan belajar untuk menghindarinya. Penguatan juga disampaikan oleh Mohammad Kanzunnudin (2012: 203), karya sastra yang melukiskan dan mengisahkan berbagai tipe karakter tokoh, dapat dijadikan media pendidikan karakter bagi peserta didik (manusia), yakni memberikan teladan kualitas tingkatan watak atau kepribadian yang harus ditiru.
Sastra diyakini dapat menjadi sarana dalam menanam dan memupuk, mengembangkan bahkan melestarikan nilai-nilai yang diyakini baik dan berharga oleh keluarga, masyarakat dan bangsa (Nurgiyantoro, Burhan: 2004: 122). Didalam sastra terdapat pembelajaran kehidupan tanpa orang tersebut harus melaluinya sendiri, sehingga watak dan karakter yang terbentuk akan menjadi benteng pencegah dan sumber pengalaman hidup. Karya sastra memang bersifat fiktif atau khayalan belaka, namun patut kita ingat bahwa sefiksi apapun sebuah cerita pasti ada pesan yang disampaikan.
Membaca karya sastra maupun membuat karya sastra terbukti mampu menjadi pengendali emosi. Beberapa penelitian sudah dilakukan dan hasilnya adalah menulis dapat menjadi media penurun stress yang lumayan efektif. Hal ini mengambarkan penanaman karakter sabar dan tenang dalam menghadapi suatu persoalan. Seperti kata Helvy Tiana Rosa, “Sastra bisa menampung semua gejolak dalam diri, mengurangi derita serta membuatmu lebih peka serta berdaya.”

Jumat, 03 Februari 2017

NIKAH TELAT TAPI TEPAT ATAU NIKAH CEPAT TAPI NEKAD?

Ada yang aneh bin ajaib, jadi ketika saya menulis hal-hal semacam kebaperan gitu viewer blog saya meningkat drastis haha. Ternyata banyak orang jomlo di dunia ini. Padahal saya kalau nulis tema yang kepaberan itu refleks saja. Kadang terpancing karena dicurhatin teman, kadang gatel karena efek habis baca buku high thinking, tapi kadang naluri dari dalam hati haha.
Terus kali ini saya mau bahas bagian mana lagi? Bingung juga sih haha. Ada banyak hal yang berkecamuk di pikiran saya dan minta segera dituliskan, tapi apa daya waktu begitu pendek. Tugas kuliah begitu banyak. Temanya masih sama sih ya itu-itu lagi haha. Tahu kan maksud saya? Tema yang selalu jadi hot topic di grup-grup yang bermacam kultur tapi bahasannya sama: Nikah. Secara tangan lagi gatel nulis yang beginian karena seminggu ini habis ditinggal nikah sama teman-teman seperjuangan haha.

Itu yang suka nyuruh-nyuruh cepat nikah. TENGGELAMKAN!

 Jadi gini, pernah enggak sih kamu merasa muak porsi besar tentang pertanyaan kapan nikah dan kapan nyusul? Heloo si A sudah punya suami loh, si B sudah hamil, si C sudah mau punya 2 anak. Heemm..itu pertanyaan plus pernyataan gampang banget diucapin tapi susah banget dijawabnya. Apalagi buat para jomlo-jomlo yang kelewat umur 20 tahun. Sakit hati adek bang..
            Emosi saya kadang bereaksi keras dengan seabrek peristiwa yang awalnya bahas A tapi ujung-ujungnya bahas Nikah. Alamak. Sudah susah payah meredam gejolak perasaan, eh diberantakin lagi sama orang-orang yang tak bertanggung jawab. Kata salah seorang teman, “Lama-lama kita akan kebal sama pertanyaan horor itu kok.” Iya, kebal sama sebal itu beda-beda tipis. Yang awalnya biasa saja dengan kata “nikah” lama-lama bĂȘte juga tahu kalau tiap keluar rumah yang ditanyain dan dibahas itu lagi..itu lagi. gimana otak enggak bereaksi.
            Lebih herannya lagi, itu orang-orang yang suka men-judgement dan nyuruh-nyuruh segera nikah itu. Hemm. What can I do, dear? Jangan-jangan malah dia sendiri yang ngebet nikah. Pasca tulisan ini terbit pasti bakal tambah banyak orang-orang yang kurang pengertian terhadap nasib jomblo seperti saya. Padahal yang bereaksi terhadap tulisan-tulisan baper ya hanya orang-orang yang lagi baper. Ibaratnya kayak orang yang lagi sakit batuk, pasti dia bakal bereaksi juga kalau lihat artikel tentang penyakit batuk. Padahal yang nulis artikel tentang batuk belum tentu punya sakit batuk. Jadi kalau ada orang yang bilangnya "ah nanti dulu deh nikahnya" atau "nikmatin kesendirian dululah. ngapain cepet-cepet" tapi pas saya nge-post tulisan macam ini dia termasuk orang-orang yang sangat cepat bereaksi, taraaaaaaa.. Masih mau mengelak? Aku apa kamu yang kebelet nikah? Hayooo wkwk
            Lagi baca buku tentang pernikahan, pengasuhan anak, keluarga harmonis, dibilang ‘eh si A itu kebelet nikah banget ya. Bacaannya kayak gitu terus” Hemm..kata “kebelet” itu saja sudah mengarah pada suatu hal yang tidak tertahankan, apalagi diimbuhi kata “banget.” Mubazir kata banget nih ya. Makanya penggunaan kata kebelet itu harus diminimalkan, apalagi buat orang-orang yang kurang mengetahui maknanya. Salah seorang teman saya yang niatnya memang belajar tentang seluk-beluk pernikahan jadi down karena terlabeli secara illegal dengan “kebelet nikah.” Kan kasian dia, niatnya baik malah enggak jadi. Padahal kalau dia benar-benar kebelet nikah, banyak lelaki yang sudah mengantri di depan rumahnya. So, the label is not good, gais. Bahaya! terus gimana? Masih mau men-judgement orang yang bahas dan belajar tentang pernikahan dengan “kebelet nikah”? semoga mau berpikir ulang untuk mengucapkan itu.  hiii…..
Saya jadi ingat pertanyaan teman yang tiba-tiba curcol tentang dirinya yang tak kunjung menikah, padahal gadis-gadis di desanya sudah pada sold out semua. Tinggalah dia yang masih berstatus single available. Dari sekian banyak cerita yang ia sampaikan ke saya, ada satu peryataan yang membuat saya sedikit berpikir dan menggali beberapa memori otak. Pernyataannya adalah, “Aku kira kamu jenis orang yang menganggap menikah adalah bentuk ibadah. Jadi kalau ada yang lamar langsung cus gitu, Han.”
            Heloooo..itu nikah apa naik taksi? Main cuss aja. Saya memang tipe  orang yang berpikir demikian: menikah adalah bentuk ibadah. Nah, karena bentuk ibadah itu makanya saya enggak nikah-nikah. Kok gitu sih? Haha. Begini maksudnya:
           Menikah adalah ibadah yang ketika ada orang yang melakukannya akan mendapat pahala. Nikah juga melengkapi separuh agama. Sampai sini sudah jelas bukan bahwa menikah itu bukan perkara main-main? Yang bukan hanya sehari- dua hari atau kalau bosan bisa minta ganti. Makanya kalau memang sudah ada keinginan ya pantaskan, kalau sudah kebelet ya cari.  Menikah itu ibadah makanya butuh bekal. Mencari bekal itulah tahap awalnya. Seperti sholat yang butuh wudlu, atau puasa yang butuh makan sahur. Semua ada tahapnya. Bukan asal jalan saja. Karena ibadah itulah bekalnya harus maksimal. Kalau cuma asal nikah karena saling suka (yang kebelet itu tadi), anak SMP pun bisa. Banyak sih yang bilang “kalau nunggu siap, enggak bakal ada kata siap.” Nah, dibagian ini saya selalu salut dengan orang-orang yang rela menunda menikah demi mengumpulkan bekal dulu, terus makna “kebelet”-nya dibagian mana coba? Yang kebelet itu mesti enggak bakal sempat mencari bekal, langsung main cuss aja.
Nah, yang membedakan kita dengan yang hanya “kebelet” adalah di situ: perbekalannya. Orang yang kebelet  nikah bakal negebayangin enak-enaknya aja, karena di balik kata kebelet itu ada sekelebat napsu. Enggak mikir ke depannya mau gimana, pokoknya pingin itu ya lakuin. Sedangkan orang-orang yang sudah “mengumpulkan bekal” tadi akan memikirkan menikah dari dua sisi, positif dan negatif. Ia sadar bahwa menikah adalah awal kehidupan rumah tangga yang ke depan pasti bakal banyak ujiannya. Makanya direla-relain nikahnya telat tapi pasangannya tepat, daripada kebelet nikah tapi modalnya nekad.
Pernah suatu ketika salah seorang teman yang namanya mawar (nama samaran) haha mengatakan demikian, “itu si A (maksudnya saya) ikut banyak organisasi, temannya banyak, tapi enggak nikah-nikah” dia mengatakan itu tepat dibelakang saya dan telinga ini jelas sekali menangkap gelombang suaranya. Sakit enggak digituin? (jawab sendiri deh ahaha) Berhubung sudah kenal betul, saya anggap pernyataan itu adalah angin lalu. Toh memang kenyataannya begitu, saya punya banyak teman, tapi memang belum naik pelaminan. No problem gitu loh. Orang tua saja tidak mempermasalahkan. Malah lebih sering tanya mana teman-teman kamu daripada mana calonmu. Selow..bekal saya belum cukup nih. Dan itu tadi, saya tidak ingin menjadi bagian orang-orang yang “kebelet” lantas mengesampingkan “perbekalannya.”
Nah buat mbak-mbak cantik yang nasibnya seperti saya, masih gini-gini aja. Atau mas-mas yang punya hak “tinggal pilih” tapi juga ada yang bernasib sama, jangan sedih. Ada banyak manfaat yang bisa kita ambil kok. Semua akan menikah pada waktunya. Tenang loh. Menikah itu seperti ujian nasional, seperti wisuda, pasti bakal kita lewati. Jangan dipikir terlalu berat, karena yang harus dipikir adalah nilai ibadahnya. Takdir allah lebih indah daripada yang kita sangka. Terbukti, setiap pasangan memiliki moment pertemuan yang selalu indah dan dapat mereka kenang tiap tahunnya. So, kenapa harus gelisah karena ditinggal nikah wkwkwk. Single available itu enggak buruk-buruk amat.
Pertama, dengan menjomblo (lebih tepatnya single) lebih lama, kita memiliki waktu bermain yang lebih panjang. Lebih banyak tempat yang bisa kita kunjungi bareng sahabat. Lebih banyak kesempatan yang bisa kita gunakan untuk quality time bersama keluarga. Dan paling penting lagi nih, makin banyak waktu yang bisa kita gunakan untuk mempersiapkan diri menjelang hari bahagia nanti yang masih Allah rahasiakan. Ngumpulin bekal sebanyak-banyaknya. Intinya, dibalik masa tunggu yang lebih lama, ada kesempatan-kesempatan emas yang bisa kita manfaatkan sebaik mungkin. Bisa belajar masak dulu, belajar parenting dulu, belajar ngurus suami dulu. Yang ibadahnya masih acak adul bisa latihan benerin sholat, puasa, zakat, dan lain sebagainya. Intinya Allah itu baik. Harus jadi perempuan tangguh dulu biar dapat imam yang sama-sama tangguh. Teman-teman saya juga masih banyak yang sendiri dan kami santai dengan itu semua. Malahan beberapa merintis usaha barsama. Itung-itung ngumpulin bekal dalam bentuk modal uang resepsi. Keren kan.
Kedua, waktu sendiri adalah waktu yang paling baik untuk memaksimalkan potensi. Yang suka nulis, sebelum nikah keluarin dulu tuh satu buku karya sendiri. Nanti kalau sudah punya anak mau cari waktu buat nuliskan bakal susah. Dapat satu paragraf, ngoeek. Satu paragraf lagi, ngoek lagi. kapan kelar coba tuh buku. Memaksimalkan potensi di waktu muda itu penting, biar pikirannya teralihkan. Tidak melulu “mupeng” dengan teman atau sahabat yang sudah duluan naik pelaminan. Heloo..si single di dunia ini stoknya bejibun kok.
Ketiga, Allah ingin menunjukkan bahwa kita adalah perempuan dan laki-laki tangguh. Jodoh itu datang ketika kita sudah butuh (jodoh itu sendiri). Ibaratnya ketika kita dilanda kekeringan panjang hingga tanaman hampir mati, Allah memberi hujan untuk menumbuhkannya lagi. Kalau sampai sekarang jodoh masih di tangan Tuhan, berarti kita masih kuat untuk sendirian. Keren kan. De e akan datang di waktu yang tepat kok. Ketika kita sudah siap bekalnya. Allah akan mengatakan “kun faya kun.” Maka datanglah seseorang yang mengetuk pintu rumah dan meminta hatimu. Enggak perlu lagi tuh pakai istilah kebelet segala. Semua memiliki akhir sendiri-sendiri. Santai saja mbak dan broo. Kita doakan mereka yang sudah berlayar mengarungi samudra rumah tangga duluan. Kita di dermaga nunggu nahkoda yang membawa kapal disambi beli sayur, ikan, beras, minyak, buat bekal nanti di tengah lautan. Kan bahaya kalau enggak makan, nanti mati terus siapa yang menjalankan kapal? Bisa kandas kan?